Halo
teman-teman, gimana kabarnya hari sehatkan heheh. Kali ini saya mencoba
membagikan cerita perjalanan saya di awal-awal memulai pendakian gunung. Hehe ya
maklum namanya juga pemula bolehlah berbagi cerita sedikit-sedikit.
Sunday, February 5, 2017
Friday, May 6, 2016
Review "Islam & Ham"
Tidak adanya
“kemauan politik” pada masa orde baru untuk mengadakan perubahan atas UUD 1945
telah menjadikan undang – undang dasar tersebut menjadi harga mati yang tidak
bisa ditawar lagi. Pidato tentang Hak – hak asasi manusia berdasarkan Syari’at
Islam, di sampaikan oleh Almarhum Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy di depan
siding Konstituante R.I. pada tanggal 5 februari 1958. Beliau ditugaskan oleh
fraksinya “partai Islam Masyumi” untuk memberikan pokok – pokok pikiran yang
akan dimasukkan dalam tubuh Undang – undang Dasar Republik Indonesia
mengantikan UUDS 1950. Sungguh sangat disayangkan pokok – pokok pikiran Fraksi
Islam dalam Konstituante harus menjadi dokumen sejarah, karena pada tanggal 5
juli 1959, presiden Soekarno mendekritkan kembali Undang – undang Dasar 1945.Sebagai seorang Muslim yang memperjuangkan dasar – dasar Islam, memperkatakan Hak – hak Manusia yang telah ditetapkan oleh syariat Islam semenjak tiga belas setengah abad yang lalu. Saya mengemukakan hal ini sebagian dari yang telah saya gali dari Al – Qur’an dan Sunnah Muhammad saw. Sekarang bagaimana pandangan Islam terhadap Hak – hak asasi manusia itu? Adakah Islam mempunyai dan menghargai hak – hak asasi itu? Dalam menjawab pertanyaan ini ingin saya lebih dulu mengatakan, bahwa Islam sesungguhnya bukanlah agama semata – mata dalam artian sebagaimana itu sekarang ini lazim ditafsirkan. Islam adalah satu (pandangan hidup) yang luas dan dalam, yang bersifat kejiwaan maupun kebendaan menguasai manusia dan masyarakat, termasuk dalamnya prinsip dari hak – hak dan kewajiban – kewajiban manusia dan Negara, dan mengenai segala sudut kehidupan, baik sipil dan politis, maupun ekonomis, sosial dan kebudayaan, baik nasional maupun internasional.
Review "Penyelesaian Problema Rumah Tangga Secara Islamy"
Setiap makhluk
ciptaan Allah cenderung saling mencintai lawan jenisnya. Wanita membutuhkan
pria dan sebaliknya. Hubungan kuat anatara wanita dan pria sulit diungkapkan,
namun Al – Qur’an telah mengungkapkan demikian indahnya :
“….mereka itu
adalah pakain bagimu. Sebaliknya kamu pun adalah pakaian bagi mereka..” (QS. Al
– baqarah : 187)
SUAMI IDEAL
Suami ideal adalah suami yang sejak
awal telah menunjukkan kejujuran dan sikap terus terang. Suami ideal adalah
suami yang menggauli isterinnya dengan baik, lembut, memuliahkan dan menerima
kelebihan serta kekurangan keluarga isterinnya. Suami ideal adalah suami yang
mampu menghibur dan bersikap lembut kepada istri. Suami ideal tidak boleh
terlalu cemburuan, tidak mengumbar prasangka, tidak suka memata – matai dan
tidak berlebihan. Suami ideal akan memberikan belanja yang cukup kepada
istrinya, tidak boros, dan tidak pula bahkil. Suami ideal haruslah selalu
tampil di hadapan istrinya dengan rapi, meyakinkan. Karena kebersihan dan
penampilan suami mempunyai pengaruh yang besar dalam jiwa istri.
Peran Mahasiswa PAI UMY dalam memperbaiki pendidikan Indonesia
Dalam memajukan pendidikan di Indonesia pasti diperlukan peran para
pendidik yang rela berjuang demi membangun kemajuan pendidikan di negara Indonesia.
Para pendidik yang berjiwa nasionalis tinggi yang sangat ingin membuat pendidikan
di Indonesia berkembang dan maju mengikuti jaman. Sebab pendidikan di Indonesia
di rasa masih sangat kurang baik, dikarenakan masih banyaknya permasalahan yang
timbul di dalamnya, mulai dari infastruktur sekolah yang belum bisa berkembang
secara menyeluruh, kurangnya Jumlah tenaga pendidik yang belum bisa mencukupi
pendidikan di Indonesia, dan juga anggaran dana yang sangat minim yang menjadi
faktor utama yang sekarang perlu diperbaiki lagi oleh negara. pendidikan adalah
kunci utama dalam suksesnya sebuah negara sebagai negara maju.suatu negara bisa
maju dan berkembang tidak lain adalah dengan memajukan sektor pendidikannya
sebagai wadah para generasi penerus yang sangat dibutuhkan oleh negara itu
tersendiri. maka dari itu, indonesia perlu memunculkan benih-benih pendidik
yang profesional dan kompeten dalam memajukan pendidikan di Indonesia.
Wednesday, May 4, 2016
Review Film "Tanah Surga Katanyaa..."
Film ini
menceritakan tentang kehidupan warga negara Indonesia yang berada di daerah perbatasan
antara Indonesia dan Malaysia. Kehidupan yang Jauh dari kelayakan dan
kemewahan, membuat para warga desa banyak yang berpindah menjadi warga negara
Malaysia untuk mencari kehidupan yang layak. Bahkan, warga negara di sana juga minim Pengetahuan akan ke Indonesiaan. di
sana hanya ada kehidupan yang sangat miris bagi masayarakat daerah perbatasan. Tidak
ada aliran listrik, tidak ada akses kesehatan, fasilitas pendidikan yang buruk
dan sulitnya mencari kebutuhan hidup sehari-hari.
Akan tetapi,
kakek Hasyim dan cucunya Salman dan Salina yang hidup di daerah perbatasan terus
berjuang dengan sepenuh hati untuk bisa hidup bahagia di negara tercinta
Indonesia. Mereka tetap bertahan di desa yang tertinggal itu karena menurut
mereka bahwa cinta tanah air lebih baik dari pada hidup bergantung pada negara
tetangga. Jiwa nasionalisme kakek Hasyim yang begitu besar itu di ajarkan
kepada cucu-cucunya Salman dan Salina. Kakek Hasyim terus menyemangati Salman
dan Salina bahwa kita itu harus cinta terhadap Indonesia.
Tuesday, May 3, 2016
Mirisnya Infastruktur Pendidikan Negeri Ini
Dari sekitar 1.708 sekolah di Jakarta, setidaknya terdapat 112
sekolah yang memerlukan rehabilitasi atau perbaikan total. Sementara, ada 309
yang direhabilitasi berat, dan 82 gedung direhabilitasi sedang. Kepala Dinas
Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengungkapkan, total bangunan
sekolah yang tidak layak adalah 503 gedung. Sementara 885 sekolah berada dalam
kondisi baik. Itu mencakup bangunan SD, SMP, SMA, dan SMK. “Dari 503 sekolah
yang tidak layak, paling banyak gedung SD”. Ujar Taufik Di Balaikota DKI
Jakarta, jum’at (1/11/2013).
Dari dulu hingga
sekarang masalah infastruktur pendidikan masih menjadi hantu bagi pendidikan di
Indonesia. Hal ini dikarenakan masih banyaknya sekolah-sekolah yang belum
menerima bantuan untuk perbaikan. Sedangkan proses perbaikan dan pembangunan
sekolah yang rusak atau tidak layak dilakukan secara sporadis sehingga tidak
kunjung selesai.
Berdasarkan data kemendiknas, secara nasional saat ini Indonesia,
memiliki 899.016 ruang kelas SD. Namun sebanyak 293.098 (32,6%) dalam kondisi
rusak. Sementara pada tingkat SMP, saat ini Indonesia memiliki 298.268 ruang
kelas. Namun ruang kelas dalam kondisi rusak mencapai 125.320 (42%). Bila
dilihat dari daerahnya, kelas rusak terbanyak di Nusa Tenggara Timur (NTT)
sebanyak 7.652, disusul Sulawesi Tengah 1.186, Lampung 911, Jawa barat 23.415,
Sulawesi Tenggara 2.776, Banten 4.696, Sulawesi Selatan 3.819, Papua Barat 576,
Jawa Tengah 22.062, Jawa Timur 17.972, dan Sulawesi Barat 898.
Subscribe to:
Posts (Atom)

